INFONEGERINEWS.Com – Merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Dandim 1502/Masohi Letkol Yusuf Aksa,menyerahkan Sang Merah putih kepada Simpatisan/Eks pengibar Bendera RMS ,untuk di kibarkan Sangsaka Merah putih di Negeri Piliana dengan semangat Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami.
Dimna disetiap Peringatan setiap hari-hari besar Seperti Hut Pattimura, HUT RI dan peringatan RMS tgl 24 April setiap tahunnya selalu di warnai pengibaran bendera RMS, di Desa Piliana Kec. Tehoru Kab. Maluku Tengah.
Melihat kondisi yang terus berulang
dengan metode pembinaan Teritorial komunikasi Sosial (Komsos),Dandim 1502/Masohi Letkol Czi. M. Yusuf Aksa,S.T.,M.M Berinisiatif untuk mengundang dan Bersilaturahmi dengan para simpatisan/eks pengibar Bendera RMS di Kodim 1502/Masohi Pada Tanggal 21 Maret 2025.
Dalam diskusi yang sangat hangat Dandim 1502/Masohi Letkol Czi. M. Yusuf Aksa,S.T.,M.M berbicara tentang wawasan Kebangsaan,cinta Tanah air dan 4 pilar Pancasila UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Para simpatisan dapat menyambut dengan hangat.
Selain itu mereka juga mengungkapkan tentang kondisi kesulitan di daerah mereka yakni di Desa Piliana dan merupakan suatu daerah di pegunungan yang sangat Sulit di jangkau.
Menindaklanjuti hal tersebut pada pada Tgl 24 Maret 2024 Dandim 1502/Masohi Letkol Czi. M. Yusuf Aksa,S.T.,M.M dengan membawa kekuatan 150 prajurit bertolak dari Kota Masohi ke Desa Piliana dengan medan yang sangat sulit.
Ketika Sampai di Desa Piliana Dandim 1502/Masohi Letkol Czi. M. Yusuf Aksa,S.T.,M.M di sambut dengan Tarian Penyambutan “ Tarian Cakalele” Oleh Masyarakat Desa Piliana.
Setelah di sambut, Dandim juga menyerahkan Bendera Sangsaka Merah Putih kepada Simpatisan/eks RMS. untuk di tancapkan sangsaka Merah putih dan di kibarkan di Negeri Piliana.
“Bahwa di negeri ini, di tempat ini, Kami bersama dengan para Raja negeri dan latu Pati Kecamatan tehoru menyerahkan secara simbolis lambang negara bendera merah putih kepada masyarakat yang pernah menjadi simpatisan RSM untuk selalu di tancapkan dan di kibarkan diatas puncak tanah negeri Peliana yang kita cintai bersama.”Ujarnya
Kebhinnekaan yang terjadi di Indonesia merupakan keajaiban yang harus dirawat oleh semua pihak.
“Kebhinnekaan terawat bukan karena klaim-klaim sepihak. Tapi karena adanya sikap jujur, terbuka, tenggang-rasa, dan tanggung-jawab secara kolektif! Yuk kita rawat!” Ucap Dandim Yusuf Aska
Dandim juga meyakini, dengan adanya nilai-nilai tersebut didalam masyarakat maka kebhinnekaan tidak akan mudah Koyak.”Tegasnya
“Mudah-mudahan masyarakat Indonesia dan pemerintah mendengarkan dan bisa memberikan apa yang mereka inginkan”. “Pinta Dandim 1502/Masohi.
Selain penyerahan bendera, Makodim 1502 masohi Dalam rangka menggalakkan program TNI menanam sejuta pohon dengan Tema “ Kami Bersama TNI, TNI selalu bersama Masyarakat”
Membantu warga dengan membawa bibit kelapa,durian,langsat dll ke negeri Piliana.
Dandim 1502/Masohi berharap, kita TNi dan warga masyarakat dapat bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan RI. Dan Juga terus mengkampanyekan tentang rekruitmen TNI yg tidak di pungut biaya dan di sambut antusias warga di Piliana. Ucap Dandim.
Di tempat yang sama. Ketua Latu Pati kec.Tehoru Bernard Lilihata Mengatakan, Dari timur Indonesia tepatnya di negeri Peliana Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) kami menyatakan Terima kasih banyak atas program TNI sehingga bisa hadir disini bersama masyarakat dan anggota dengan kegiatan penyerahan Bendera merah putih dan penanaman pohon kelapa serta tanaman-tanaman yang lain untuk memberikan gambaran kepada kami masyarakat untuk kesejahteraan rakyat dan untuk Indonesia Timur Indonesia yang lebih baik. ” Pungkasnya
NKRI Harga mati. Mese!!.
*(INF-002)