ADAKAH SOLUSI ? UNTUK MASALAH PENDIDIKAN INDONESIA
Muhammad Ali Holle, S.Pd.I,M.Pd
Dosen STAI Said Perintah Masohi

Kemerdekaan indonesia hampir mendekati 1 abad ini pendidikan diindonesia masih saja terus mengalami masalah. Masalah-masalah ini, dimulai dari rendahnya kualitas pendidikan hingga kesenjangan akses ke anak-anak di pedalaman, seolah menjadi batu sandungan yang membuat kemajuan sektor pendidikan di tanah air terhambat. Namun, mari kita lihat lebih dekat, di balik lembaran yang kelam tersebut, ada beberapa solusi yang mungkin dapat membantu memperbaiki sistem pendidikan kita.
Muhammad Ali Holle selaku Dosen STAI Said Perintah Masohi menilai, pembaruan kebijakan pendidikan kedepannya semakin kompleks, dengan berbagai regulasi yang ada tentunya lembaga pendidikan suda harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, subjek pendidikan suda harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, serta berusaha mencari solusi dalam menjawab tantangan global.

Sebelumnya Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Said Perintah Masohi telah mengadakan Workshop pendidikan di Aula Kampus Said Perintah, Rabu 16/1/2025
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah Musriadin Labawa, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah Husen Mukadar dan Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama Maluku Tengah Ahmad Sou. Yang pandu langsung oleh Wakil Ketua I STAI Said Perintah Masohi Nurma Yunita Peu’ma sebagai pengarah acara diskusinya. Dihadiri pula Kepala-Kepala Sekolah dari SMA/SMK/MA Se-Kabupaten Maluku Tengah, berbagai Mahasiswa yang berada di Lingkup Maluku Tengah serta para Alumni yang hadir.
Pada pertemuan tersebut berbagai masalah pendidik dan tenaga kependidikan dibahas, termasuk pendistribusian guru di daerah-daerah 3T, Pemerintah daerah dalam hal ini dinas pendidikan akan mengupayakan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang siap untuk mengabdi dan mengajar di daerah asalnya sehingga pemerataan tenaga pendidik di daerah terluar bahkan sulit terjangkau bisa terisi.
Masalah dasar yang telah diidentifikasi yaitu Minimnya Insfrastruktur, Kualitas SDM Guru, penyediaan Internet serta Kondisi sosial ekonomi dan latar belakang kehidupannya. namun ada beberapa hal yang telah kami kerjakan diantaranya membangun sekolah-sekolah, memberikan Cromebook serta mendistribusikan ke daerah-daerah melalui peluang PPPK.
”Kami mengutamakankan lulusan dari desanya yang mau kembali mengabdi didesanya, karena itulah sala satu cara yang paling efektif” ucap Kadis pendidikan Maluku Tengah disela Closing statmannya di acara Workshop.
Labawa dalam kesempatannya sebagai Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan akan berupaya meninjau permasalah yang terjadi. ”Kami akan berupaya untuk meninjau permasalah yang terjadi, mengambil kebijakan Legislatif jika ada data dan laporan terkait masalah yang ada dilapangan silahkan disampaikan kepada kami, akan kaji dan melaksanakan, sehingga kami bisa bersama Dinas Pendidikan dan Kemenag untuk juga menyelesaikan masalah-masalah Pendidikan di Kabupaten ini” Ucapnya disela memberikan materi .
Dilain sisi lain Kementerian Agama juga menyikapi berbagai macam upaya kemenag dalam proses pembelajarannya, salah satu yang direncakan adalah implementasi kurikulum madrasah. Sesuai Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 450 Tahun 2024 Tentang Implementasi Kurikulum RA dan Madrasah maka Lembaga-lembaga pendidikan Islam kedepannya akan melakukan penyesuaian dan pengembangan Lembaga Pendidikan sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Madrasah kedepannya akan mengalami tantangan yaitu integrasi teknologi dalam pembelajaran, selain itu perlunya reformasi kurikulum yang sejalan dengan kebutuhan dan keterampilan peserta didik, selain itu ada tantangan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam.
Menurut Ali Holle dalam diskusinya memaparkan bahwa ”Yang menjadi isu masalah utama adalah persaingan kualitas pendidikan, jangan membandingkan kualitas pendidikan di desa dengan di kota, karena fasilitas lengkap hanya yang berada di kota. Penilaian kualitas pendidikan secara konfrehensif ya hanya ada di kota, bukan di desa, didesa dengan segala keterbatasannya, misalnya akses jalan, sarpras berbasis teknologi bahkan ketersediaan guru juga menjadi kendala, silahkan ditanya saja ke guru-guru yang ada silahkan pilih mau jadi guru di kota atau di desa-desa. pastinya mereka semuanya mau di kota, olehnya itu jadikan saja anak negeri untuk menjadi guru di sana, pemerintah membuka peluang untuk mereka kemudian memperhatikan kesejahteraan meraka” pungkas lulusan UIM Makassar tersebut.
Lebih Lanjut Ali menambahkan ”Coba lihat sampai sekarang masih ada anak yang susah payah untuk sekolah, bahkan internet juga belum stabil, di desa terluar itu jangkauannya jauh bahkan membutuhkan perjalanan yang jauh, lalu 79 tahun indonesia merdeka pemerintah buat apa saja. maka solusinya adalah hal yang pertama dilakukan adalah membuat akses jalan, setelah itu membangun sekolah dan menyediakan guru, serta fasilitas pendukung lainnya”

Dikutip dari Laman Serpong-Pendis : Madrasah terus berupaya mengaktualisasi peran madrasah bagi pendidikan Indonesia, hal ini disampaikan Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Moh. Isom Yusqi, dalam acara yang dikemas dalam Rapat Koordinasi Program Kurikulum dan Evaluasi Pada Madrasah di Serpong, Rabu (10/05/20223).
“Madrasah harus terus berinovasi dan berupaya mengaktualisasi peran dan fungsi madrasah, sehingga bisa mengantisipasi gangguan global yang akan menimpa siswa siswi di masa mendatang,”ucap Isom.
Menurutnya, megatrend sebagai faktor besar yang menjadi kekuatan yang akan sangat mempengaruhi dan menentukan masa depan dunia secara multak.
Dikatakan Isom, ada empat faktor yang akan menjadi megatrend global di masa mendatang, yaitu tantangan globalisasi, perubahan iklim, perubahan demografi, dan perkembangan teknologi.
Tantangan globalisasi, isu ini sebenarnya sudah lama, namun menjadi hal yang sangat nyata ketika pandemi yang mengharuskan dunia pendidikan siap dengan pembelajaran jarak jauh secara berani, mengharuskan kita siap dengan segala sarana dan prasarana pendukungnya. Kemudian perubahan iklim (Climate change) yang bisa menjadi faktor besar yang bisa mengubah tatanan dunia. Madrasah sangat bisa untuk mengambil bagian berpartisipasi dan berkontribusi mengubah iklim kembali normal dengan konsisten mengajak seluruh warga madrasahnya melakukan hal terkecil misalnya bersama mengurangi atau tidak melakukan hal yang tidak baik, ungkap Isom.
Lebih lanjut, Isom menambahkan megatrend global selanjutnya yaitu perubahan demografi dimana populasi penduduk dunia akan terus bertambah yang berdampak pada kelangkaan sumber daya alam yang disebabkan oleh eksploitasi dan ekslporasi.
Terkait hal ini, tantangan madrasah harus melakukan pengembangan kurikulum dengan memperkaya materi mengenai penanganan dan solusi terhadap suatu permasalahan. Selain itu madrasah perlu menambah keterampilan siswa siswinya supaya bisa memaksimalkan potensi potensi sumber daya alam Indonesia yg kaya raya ini.
Tentunya semua orang menginginkan kebaikan untuk kemajuan pendidikan, akan tetapi ada faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kebutuhan disetiap daerah, karena pada prinsipnya setiap daerah memiliki tradisi budaya dan nilai pendidikannya tersendiri, kiranya hal ini perlu dikaji karena kemajuan teknologi pendidikan saat ini akan berdampak pada kemajuan dan peradaban manusia secara utuh (INF)






