Wakil Bupati Maluku Tengah Hadiri Pembukaan Persidangan ke-41 Jemaat GPM Masohi: Penguatan Sinergi Gereja dan Pemerintah dalam Pembangunan Sosial

kemitraan antara gereja dan pemerintah dinilai relevan dalam merancang intervensi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat

———————————

INFO NEGERI NEWS – Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, bersama istri yang juga Anggota DPRD Provinsi Maluku, Maureen Vivian Haumahu, menghadiri Pembukaan Persidangan ke-41 Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Masohi Tahun 2026 yang diselenggarakan di Gedung Gereja Mahanaim Masohi.

Kehadiran unsur pemerintah daerah dalam forum tersebut merepresentasikan penguatan relasi institusional antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam kerangka pembangunan sosial berbasis komunitas. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa persidangan jemaat memiliki fungsi strategis sebagai mekanisme evaluasi, perencanaan, dan konsolidasi organisasi gereja secara periodik.

Secara konseptual, persidangan jemaat dapat dipahami sebagai praktik tata kelola organisasi (organizational governance) yang mengedepankan prinsip partisipatif dan deliberatif. Forum ini memungkinkan terjadinya proses dialogis dalam merumuskan kebijakan pelayanan gereja yang adaptif terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan kultural masyarakat.

“Kehadiran pemerintah dalam forum tertinggi jemaat ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara gereja dan pemerintah dalam membangun ketahanan sosial serta menyusun program pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas,” ujar Lawalata.

Dalam konteks tantangan ekonomi global dan nasional yang berdampak pada struktur sosial-ekonomi daerah, Wakil Bupati menegaskan bahwa lembaga keagamaan memiliki modal sosial (social capital) yang signifikan dalam memperkuat kohesi sosial, membangun etos kerja, serta mendorong pemberdayaan ekonomi umat. Oleh karena itu, kemitraan antara gereja dan pemerintah dinilai relevan dalam merancang intervensi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Wakil Bupati juga menggarisbawahi pentingnya penguatan nilai toleransi, solidaritas, dan kehidupan damai dalam masyarakat yang majemuk. Gereja, menurutnya, memiliki peran normatif dan edukatif dalam membina kualitas spiritual serta karakter sosial jemaat agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Sebagai alumni Universitas Trisakti, Lawalata menyampaikan harapannya agar Persidangan ke-41 Jemaat GPM Masohi menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang berbasis pada refleksi teologis dan analisis kontekstual, sehingga dapat memperkuat keberlanjutan pelayanan gereja sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pimpinan Majelis Pekerja Klasis GPM Masohi Pendeta A. Lohy/N., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Zahlul Ikshan, SKM., M.Kes., para pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Daerah Maluku Tengah, Ketua Majelis Jemaat GPM Masohi Pdt. Demas Untarola, para pendeta, majelis jemaat, serta panitia pelaksana Persidangan ke-41 Jemaat GPM Masohi. (INN)

 
Avatar photo

Info Negeri News

PT Media Antar Nusa - Terkini, Jujur, dan Derpercaya

Artikel Terkait

Tergabung Dalam Kloter 26, 47 Orang Jamaah Haji Maluku Tengah Siap Diberangkatkan

Halal Bi Halal IKKASSI: Menyucikan Hati, Menguatkan Ukhuwah Islamiyah di Maluku Tengah

Wakil Bupati Maluku Tengah Hadiri Pembukaan Persidangan ke-41 Jemaat GPM Masohi: Penguatan Sinergi Gereja dan Pemerintah dalam Pembangunan Sosial

TAUSIYAH: AMANAH JABATAN DAN KEHALALAN IBADAH

Perkuat Sinergi dan Kebersamaan,PWI Maluku Tengah dan BRI BO Masohi Gelar Buka Puasa Bersama

Sebanyak 87 Siswa MAN 2 Malteng Terima Paket Ramadhan