DPD KNPI Maluku “Kunci” Dualisme Malteng, Yuslan Louhatu Resmi Ditetapkan sebagai Ketua

INFONEGERINEWS.COM– Polemik panjang kepemimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tengah akhirnya mendapat titik tekan. Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Provinsi Maluku secara tegas menetapkan Yuslan Louhatu sebagai Ketua DPD KNPI Maluku Tengah melalui Rapat Pleno yang digelar pada Senin, 26 Januari 2026, di Cafe Sadap Malam, Ambon.

Penetapan ini bukan sekadar keputusan administratif, melainkan langkah politik organisasi untuk menertibkan struktur KNPI di daerah yang selama ini terbelah oleh klaim legitimasi dan konflik kepentingan. Melalui forum pleno resmi, DPD KNPI Maluku mengirim sinyal keras: hanya ada satu kepemimpinan KNPI yang sah di Maluku Tengah.

Rapat pleno berlangsung tertib, namun sarat pesan konsolidasi. Keputusan diambil berdasarkan mekanisme organisasi dan dianggap final serta mengikat bagi seluruh unsur KNPI, termasuk pihak-pihak yang selama ini berada di luar garis keputusan organisasi.

Sejumlah aktivis kepemudaan di Maluku Tengah menilai penetapan tersebut sebagai penutup ruang manuver bagi kelompok yang masih memainkan isu dualisme.

“KNPI Malteng sudah selesai secara hukum organisasi. Tidak ada lagi kubu kiri atau kanan. Siapa pun yang masih memperdebatkan ini berarti sedang menjauhkan pemuda dari agenda besar pembangunan,” tegas salah satu aktivis.

Usai ditetapkan, Yuslan Louhatu menyampaikan terima kasih kepada Ketua dan jajaran DPD KNPI Provinsi Maluku atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan akan memimpin dengan berpedoman pada aturan organisasi serta menjaga garis komando kepemudaan.

“Saya akan menjalankan amanah ini sesuai aturan organisasi dan arahan pimpinan. Tidak ada ruang bagi konflik yang menghambat kerja pemuda,” ujar Yuslan.

Lebih jauh, Yuslan menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Maluku Tengah dan mengakhiri fragmentasi internal KNPI. Ia juga secara terbuka meminta dukungan Pemerintah Daerah, khususnya Bupati Maluku Tengah, agar KNPI difungsikan sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

“KNPI adalah rumah besar pemuda. Pro dan kontra harus dihentikan. Saatnya bersatu, berkolaborasi dengan pemerintah, dan memastikan pemuda tidak terus menjadi korban konflik elite,” tegasnya.

Penetapan Yuslan Louhatu sekaligus menjadi ujian politik kepemudaan di Maluku Tengah. Apakah seluruh elemen KNPI siap tunduk pada keputusan organisasi, atau justru kembali mempertontonkan ego sektoral yang selama ini menggerogoti peran strategis pemuda di daerah. Keputusan sudah diambil, kini bola ada di tangan semua pihak. (INN-AS)

Avatar photo

Info Negeri News

PT Media Antar Nusa - Terkini, Jujur, dan Derpercaya

Artikel Terkait

Hidayat Samalehu Sentil Bupati Malteng Terkait Jabatan Plt yang Berkepanjangan

Tiga Hari Kabut Asap, Warga Masohi Mengeluh Sesak Napas: Jangan Tunggu Korban Bertambah!

JELANG HUT RI KE-81, MASOHI MASIH DIKOTORI LIMBAH B3 RSUD

Biking Bae Orang Basudara: Langkah Ketua DPRD Malteng Menyatukan Morella–Hitumesing

Open House : Bupati Tunjukkan Kesederhanaan, Sekda Malteng Justru Diduga Tampil Lebih Mewah

Potongan Misterius di RSUD Masohi, THL: Uang Rp150 Ribu Itu Pergi ke Mana?